

Hitung Mundur
Akad Nikah
Minggu
07.00
September
2025

Hitung Mundur
Resepsi
Minggu
09.00
September
2025
dilema cinta yang tak berujung kepastian. Hingga akhirnya, hadir dia di antara banyaknya ketidakpastian itu. Sebelumnya, banyak yang datang dalam kehidupan ini, tetapi tidak satu pun yang mampu menggerakkan hati saya untuk mempertemukan mereka dengan keluarga.
Saya pernah berdoa, “Siapa pun yang pertama datang ke keluarga saya, dialah orangnya.” Hingga akhirnya saat itu tiba, dan dia adalah satu-satunya yang datang. Bukan berarti yang lain tidak berniat, tetapi saya pikir belum saatnya mereka bertemu keluarga. Dan ternyata, satu-satunya yang Allah gerakkan untuk datang adalah dia.
Tanpa disangka, Allah menggerakkan hati ini untuk menerima niat baiknya. Di antara ribuan langkah dalam hidup, kami dipertemukan secara tak terduga. Dari cerita yang tak sengaja, mengalirlah percakapan sederhana.
Melalui pesan instagram, dia memberanikan diri untuk menyapa. Komunikasi satu arah, dengan segala keterbatasan dan keraguan. Saya bahkan enggan sekadar membalas sapaan itu.
Sapaan itu akhirnya terbalas. Hubungan mulai terlihat jelas, sekadar cerita sebatas teman.
Melewati segala keraguan, hadir dukungan penuh dan sambutan hangat dari keluarga. Dari sanalah keyakinan itu tumbuh.
Kami memutuskan untuk lebih mengenal melalui pertemuan pertama. Di antara banyak perbedaan, kami menemukan keselarasan.
Dan Qadarullah, bertepatan 13 Agustus, atas kehendak-Nya, kami melangkah ke tahap yang lebih serius: lamaran.
[Sesingkat itu cerita kami, tanpa pacaran]. Bahkan setelah kami dekat, tak terpikir sebelumnya bahwa akan ada hari ini, secepat itu, dengan waktu yang sesingkat ini.